Toba Caldera Resort Bergerak: Investasi Ajibata Mulai Serap Tenaga Kerja Lokal
AJIBATA — Setelah bertahun-tahun dinanti, pengembangan Toba Caldera Resort di Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba, menunjukkan kemajuan konkret. Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) memastikan sejumlah investor — dari Labersa Group hingga pelaku amenitas lokal — memasuki tahap konstruksi dan persiapan operasi.
Direksi BPODT menegaskan pengembangan destinasi berskala besar tidak bisa diukur dari kecepatan investasi semata, melainkan kesiapan infrastruktur, regulasi kerja sama, masyarakat, dan positioning destinasi. Pesan itu kini diuji di lapangan — dan hasilnya mulai terlihat.
Warga dilibatkan, bukan sekadar menonton
Sebanyak puluhan warga dari desa-desa sekitar kawasan — Ajibata, Motung, hingga Pardede Onan — terserap sebagai pekerja konstruksi, keamanan, dan tata boga. Lebih penting lagi, koperasi desa dilibatkan memasok material ringan, katering, dan jasa angkutan.
“Dulu kami hanya dengar rencana. Sekarang anak-anak kami kerja di proyek, ibu-ibu masak untuk mess pekerja. Harapan kami satu: jangan berhenti di tengah jalan,” ujar seorang kepala desa di Ajibata.
Jalan keluar atas kritik lama
Kritik lama terhadap kawasan ini adalah minimnya dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Tiga langkah kini dijalankan untuk menjawabnya: pertama, kewajiban rekrutmen lokal dalam setiap perjanjian kerja sama investasi; kedua, inkubasi UMKM penyangga — suvenir, kuliner, dan homestay di koridor Ajibata–Parapat; ketiga, transparansi progres melalui forum desa tiap triwulan.
Toba Caldera Resort adalah taruhan besar Kabupaten Toba. Jika dikelola dengan menempatkan warga sebagai mitra — bukan penonton — kawasan ini bisa menjadi mesin ekonomi baru dataran Toba, bukan sekadar etalase.